Kisah Sukses Tarmudi, Ekspor Batu Mozaik hingga 70 Kontainer ke 5 Negara

Share This Post

Dari Tulungagung hingga Pasar Internasional

Kesuksesan sering kali tidak datang secara instan. Di balik sebuah usaha yang mampu menembus pasar internasional, ada perjalanan panjang, keberanian untuk mencoba, serta kemauan untuk terus belajar.

Kisah tersebut dapat ditemukan dalam perjalanan Muhammad Tarmudi, seorang pengusaha asal Tulungagung yang berhasil mengembangkan usaha batu mozaik hingga menembus pasar luar negeri.

Menariknya, perjalanan Tarmudi tidak hanya berbicara tentang kesuksesan bisnis. Di tengah perkembangan usahanya, ia juga memilih untuk terus berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitarnya.

https://images.openai.com/static-rsc-4/FXLPlDDkxyXyTq9FmTDBlBA8IACOYkn1fNP4_u5Lvpyn_5f23LC7Gksb_brqg41r3xKCJwqMVznioIzVqC1AHif1SUUuYXJ0yfk6KhzYcQBXkrx1KJ64O1QaiPWzkqB_H7v5jGfzNIZ2JsFIFcs5kNP8Ov2eI-XOMk5X5wX3i9NTYhUP9_gnR0NuxfyftxO1?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/fVpTWQx1NqRQQ0z_pNCqT_5AQ_nQCwdOtm0M5yzSYuv7dpDfCCcZ3xIF_QIOOWcU44_WLVChgZfM9JIAzKCX-UdRM1fXn0vzbR8a7M9mp2GhAaPzmtvjk-cKxc7Z7RZ3tj1aUbkb4LB798RzTwdAaBtTMEI0SlKMx3zPu8qn7IFLO1JjwNOtOJhf7tE-Q2ra?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/Jzw5NRVwPg9zeP-ohc5rAkpmzfnxxEwH55EUk0HPDjQ0IeH8QTdizqhx4GyYKuhny41_gSz_xANaanlrAMpPjoezVD79VGlVPBCnYHXx4Tk8QuC8OmbsA7OxVI_TPJMbebsg0nZyJDncknVhs9IcMCRvo86n3fBWnCz1MSxy0KJ6gE7Pa8YqGXGreredqjQA?purpose=fullsize

6

Berawal dari Perantauan dan Pengalaman di Timur Tengah

Muhammad Tarmudi, yang kini berusia 48 tahun, memulai perjalanan usahanya setelah pulang dari perantauan.

Pada tahun 2005, setelah merantau dan menimba ilmu serta pengalaman selama berada di Timur Tengah, Tarmudi mulai membangun usaha dari nol.

Sebelum benar-benar fokus menjadi pengusaha, ia sempat mendapat peluang untuk bekerja sebagai guru sambil terus belajar mengenai berbagai jenis usaha.

Dari proses tersebut, Tarmudi akhirnya menemukan peluang pada bisnis batu alam dan batu mozaik.

Pada tahun 2010, ia mulai memberanikan diri berdiri sendiri dan mengembangkan usaha tersebut. Modal awal yang digunakan pun relatif sederhana, sekitar Rp10 juta, yang berasal dari hasil penjualan perhiasan dari batu.

Dari modal yang terbatas tersebut, sebuah perjalanan besar kemudian dimulai.


Belajar Memasarkan Produk dari Tulungagung

Dalam tahap awal mengembangkan usaha, Tarmudi tidak langsung mendapatkan pasar besar.

Ia bahkan pernah berangkat ke Bali untuk memasarkan produknya secara langsung. Dengan membawa koper berisi batu alam, ia mendatangi sejumlah toko dan menawarkan produknya.

Tidak selalu mendapatkan respons positif, Tarmudi tetap menjalani proses tersebut.

Perlahan, usahanya mulai mendapatkan perhatian. Salah satu pelanggan kemudian memberikan pesanan ekspor pertamanya sebanyak 50 boks.

Pesanan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan bisnisnya.

Setelah itu, pesanan kembali datang hingga mencapai sekitar 150 boks. Namun, perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus.

Pernah terjadi kesalahan produksi yang membuat pelanggan marah dan bahkan sempat menghentikan pesanan.

Alih-alih menyerah, Tarmudi memilih bertanggung jawab. Ia menghubungi pelanggan, memperbaiki produknya, dan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa dalam bisnis bukan hanya produk yang penting, tetapi juga kepercayaan dan hubungan dengan pelanggan.


Batu Mozaik Tulungagung Menembus Pasar Ekspor

Kerja keras akhirnya mulai membuahkan hasil.

Produk batu mozaik yang dikembangkan Tarmudi berhasil mendapatkan pasar di luar negeri. Produk tersebut kemudian diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Fiji, dan sejumlah negara lainnya.

Dalam perjalanan bisnisnya, total ekspor yang telah dilakukan bahkan mencapai sekitar 70 kontainer.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk lokal dari daerah dapat memiliki peluang untuk bersaing di pasar global apabila dikelola dengan serius.

Yang lebih menarik, Tarmudi tidak menganggap dirinya sudah selesai belajar setelah mendapatkan pasar internasional.

Ia terus memperluas wawasan mengenai bisnis dan pemasaran. Berbagai forum, asosiasi pengusaha, serta media sosial dan website dimanfaatkan untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.


Kesempatan Besar dari Dunia Internasional

Salah satu pengalaman yang turut membuka wawasan Tarmudi adalah ketika ia mendapat kesempatan mengikuti program business matchmaking ke Dubai dan Doha.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting karena mempertemukannya dengan pelaku usaha dari berbagai negara.

Dari perjalanan tersebut, Tarmudi semakin memahami bahwa produk batu alam dan batu mozaik ternyata memiliki keunikan serta daya tarik tersendiri di pasar global.

Baginya, pengalaman tersebut semakin menumbuhkan keyakinan untuk mengembangkan usaha dan membawa produk Indonesia ke pasar internasional.


Tidak Hanya Mengejar Keuntungan, tetapi Juga Manfaat

Di balik perkembangan bisnisnya, ada sisi lain dari kehidupan Tarmudi yang tidak kalah inspiratif.

Ia memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial dan memilih untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang lain.

Tarmudi kemudian dikenal aktif dalam berbagai kegiatan berbagi melalui Tulungan Stone Mosaic (TSM).

Menurut kisah yang dimuat dalam materi tersebut, TSM bukan hanya menjadi tempat menjalankan bisnis, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu bentuk kepeduliannya adalah membantu anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Saat awal merintis, jumlah penerima manfaat yang dibantu masih sedikit. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut berkembang hingga sekitar 30 anak yatim setiap bulan.


Mengubah Kesuksesan Menjadi Jalan Kebaikan

Bagi Tarmudi, keberhasilan dalam bisnis bukan hanya tentang seberapa besar omzet atau seberapa luas pasar yang berhasil diraih.

Ada nilai yang lebih besar, yaitu bagaimana keberhasilan tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Semangat inilah yang membuat kisah Tarmudi menarik untuk menjadi inspirasi.

Ia membuktikan bahwa bisnis dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan.

Usaha dapat menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan. Namun pada saat yang sama, keberhasilan tersebut juga dapat menjadi jalan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.


Pelajaran dari Kisah Sukses Tarmudi

Kisah perjalanan Tarmudi memberikan sejumlah pelajaran penting yang dapat diterapkan oleh siapa saja yang sedang merintis usaha.

1. Berani Memulai dari yang Kecil

Tarmudi memulai usahanya dengan modal sekitar Rp10 juta. Ia tidak menunggu memiliki modal besar untuk mulai bergerak.

Hal terpenting adalah berani memanfaatkan peluang yang ada.

2. Jangan Takut Menawarkan Produk

Perjalanan membawa koper berisi batu alam ke berbagai toko menunjukkan pentingnya keberanian dalam memasarkan produk.

Tidak semua orang akan langsung menerima produk yang ditawarkan. Namun dari proses tersebut, peluang bisa muncul.

3. Kesalahan Bukan Alasan untuk Berhenti

Dalam bisnis, kesalahan bisa terjadi.

Yang membedakan pengusaha yang bertahan dan yang menyerah adalah bagaimana mereka menghadapi masalah tersebut.

Tarmudi memilih bertanggung jawab, memperbaiki kesalahan, dan menjaga kepercayaan pelanggan.

4. Terus Belajar dan Memperluas Relasi

Pasar internasional tidak dibangun hanya dengan mengandalkan produk.

Pengetahuan, relasi, forum bisnis, serta kemampuan memanfaatkan teknologi juga menjadi bagian penting dalam perkembangan usaha.

5. Jadikan Kesuksesan Sebagai Jalan Berbagi

Hal yang paling menarik dari kisah ini adalah bagaimana perkembangan bisnis kemudian diikuti dengan kepedulian sosial.

Kesuksesan menjadi lebih bermakna ketika sebagian manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain.


Kesuksesan yang Menghasilkan Manfaat

Perjalanan Tarmudi dan usaha batu mozaiknya menjadi contoh bahwa produk lokal memiliki peluang untuk dikenal hingga pasar internasional.

Berawal dari Tulungagung, belajar dari pengalaman di Timur Tengah, memasarkan produk dari toko ke toko, hingga akhirnya mampu melakukan ekspor sekitar 70 kontainer ke 5 negara, semuanya dilalui melalui proses panjang.

Namun pencapaian tersebut bukanlah akhir.

Justru yang membuat kisah ini semakin inspiratif adalah pilihan untuk menjadikan keberhasilan sebagai jalan berbagi.

Karena kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga seberapa banyak manfaat yang bisa kita berikan.

Semoga kisah Tarmudi menjadi inspirasi bagi para pengusaha, pelaku UMKM, dan siapa saja yang sedang berjuang membangun kehidupan yang lebih baik: jangan takut memulai dari kecil, terus belajar, jangan mudah menyerah, dan ketika Allah memberikan rezeki lebih, jangan lupa untuk berbagi.

More To Explore

Bersama Koinmu,
Darul Hisan Hadir untuk Ummat