Masyarakat sering kali terkejut ketika mendengar seorang tokoh agama, pengasuh pesantren, ustaz, atau figur yang dikenal religius ternyata terlibat dalam tindakan tercela. Mulai dari penipuan, manipulasi jamaah, hingga kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang mencoreng nama agama.
Peristiwa seperti ini bukan hanya menimbulkan kemarahan, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi para korban dan mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan.
Dalam Islam, fenomena tersebut sebenarnya telah lama diperingatkan oleh para ulama. Mereka menyebut sosok yang menggunakan ilmu agama untuk kepentingan duniawi dan hawa nafsu sebagai ulama su’ (ulama yang buruk atau jahat).
Apa yang Dimaksud dengan Ulama Su’?
Secara bahasa, kata su’ berarti buruk atau jahat. Ulama su’ adalah orang yang memiliki ilmu agama, namun tidak mengamalkan ilmunya dengan benar dan justru memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.
Mereka bisa tampil sebagai sosok yang alim, fasih berbicara tentang agama, rajin beribadah, bahkan memiliki banyak pengikut. Akan tetapi, di balik penampilan tersebut tersembunyi ambisi dunia, kesombongan, ketamakan, atau bahkan niat untuk memanfaatkan orang lain.
Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan bahwa salah satu ciri ulama su’ adalah menjadikan ilmu sebagai sarana memperoleh kedudukan, kehormatan, dan keuntungan duniawi.
Fenomena yang Sudah Diperingatkan Rasulullah ๏ทบ
Rasulullah ๏ทบ telah mengingatkan umat Islam tentang munculnya kelompok manusia yang tampak saleh secara lahiriah, namun memiliki tujuan yang menyimpang.
Beliau bersabda:
“Akan keluar di akhir zaman beberapa orang yang mencari dunia dengan amalan agama…”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa menjelang akhir zaman akan muncul orang-orang yang menjadikan agama sebagai alat untuk mengejar popularitas, kekuasaan, pengaruh, dan keuntungan materi.
Mereka mampu berbicara dengan bahasa agama yang indah, tetapi hati mereka dipenuhi kepentingan dunia.
Ciri-Ciri Ulama Su’ yang Perlu Diwaspadai
Agar tidak mudah tertipu, umat Islam perlu mengenali beberapa tanda yang sering ditemukan pada ulama su’.
1. Menjadikan Agama Sebagai Alat Mencari Keuntungan Dunia
Dakwah, ilmu, dan ibadah dijadikan sarana untuk memperoleh kekayaan, jabatan, atau pengaruh pribadi.
2. Gemar Mencari Popularitas
Mereka lebih sibuk membangun citra diri daripada memperbaiki kualitas keilmuan dan akhlak.
3. Meminta Ketaatan Buta
Ulama yang lurus akan mengajak umat mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah. Sebaliknya, ulama su’ sering menuntut pengikutnya untuk tunduk kepada dirinya tanpa kritik.
4. Memanipulasi Dalil demi Kepentingan Pribadi
Ayat dan hadis digunakan secara tidak proporsional untuk membenarkan tindakan, kepentingan kelompok, atau perilaku yang sebenarnya menyimpang.
5. Akhlaknya Bertentangan dengan Ilmunya
Ucapan mereka mungkin indah, tetapi perilaku sehari-hari justru menunjukkan kesombongan, kedzaliman, kebohongan, atau penyalahgunaan wewenang.
Mengapa Banyak Orang Menjadi Korban?
Tidak sedikit korban yang terjebak karena pelaku tampil sebagai figur yang dianggap saleh dan terpercaya.
Masyarakat umumnya memiliki penghormatan tinggi kepada tokoh agama. Kepercayaan ini terkadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan akses, kekuasaan, dan pengaruh terhadap para pengikutnya.
Dalam berbagai kasus, pelaku memanfaatkan relasi kuasa, ketergantungan spiritual, serta posisi sosial yang dimilikinya untuk mengendalikan korban.
Karena itu, Islam mengajarkan agar umat menghormati ulama, namun tidak sampai mengkultuskan seseorang secara berlebihan.
Cara Melindungi Diri dari Fitnah Ulama Su’
1. Perkuat Ilmu Agama
Semakin baik pemahaman seseorang terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, semakin sulit ia diperdaya oleh orang yang menyalahgunakan agama.
2. Jangan Mengkultuskan Tokoh
Setiap manusia bisa salah. Kebenaran diukur dengan dalil, bukan semata-mata oleh siapa yang menyampaikannya.
3. Perhatikan Akhlaknya
Ilmu yang benar akan melahirkan akhlak yang baik, rendah hati, jujur, dan amanah.
4. Verifikasi Setiap Ajaran
Jangan menerima begitu saja setiap nasihat, fatwa, atau klaim keagamaan tanpa dasar yang jelas.
5. Dekat dengan Ulama yang Lurus
Belajarlah kepada ulama yang dikenal memiliki keilmuan, akhlak, dan integritas yang baik serta memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Ujian Besar di Akhir Zaman
Salah satu fitnah terbesar menjelang akhir zaman adalah ketika kebatilan tampil menyerupai kebenaran. Orang yang menyimpang terlihat saleh, sementara yang menyeru kepada kebenaran justru sering dicurigai.
Karena itu, umat Islam dituntut untuk selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan membedakan antara yang hak dan yang batil.
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan bahwa keselamatan bukan hanya terletak pada banyaknya informasi yang diterima, tetapi pada kemampuan mengikuti kebenaran berdasarkan ilmu yang benar.
Kesimpulan
Fenomena ulama su’ bukanlah hal baru dalam sejarah Islam. Mereka adalah orang-orang yang memanfaatkan ilmu agama untuk kepentingan duniawi, kekuasaan, popularitas, atau bahkan untuk menzalimi orang lain.
Sebagai muslim, kita diperintahkan untuk menghormati para ulama, namun tetap kritis dan berpegang teguh pada Al-Qur’an serta Sunnah. Jangan sampai rasa hormat berubah menjadi pengkultusan yang membuat kita menutup mata terhadap penyimpangan.
Semoga Allah SWT menjaga umat Islam dari fitnah ulama su’, memberikan pemimpin dan pendidik yang amanah, serta meneguhkan hati kita di atas jalan kebenaran.
Wallahu a’lam bish-shawab.

