Pentingnya Birrul Walidain: Mengapa Kita Dilarang Meninggikan Suara di Hadapan Orang Tua?

Share This Post

Pernahkah Anda merasa jengkel saat menerima nasihat dari orang tua? Di saat hati merasa tidak sejalan, mampukah kita tetap tenang, menahan amarah, dan merespons dengan penuh takdzim tanpa mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan?

Dalam ajaran Islam, menghormati orang tua bukan sekadar etika sosial, melainkan ibadah yang sangat utama. Salah satu bentuk ujian kesabaran seorang anak adalah saat ia mampu menjaga lisannya agar tidak lebih tinggi dari suara orang tuanya.

Apa Itu Birrul Walidain?

Birrul walidain secara bahasa berarti berbakti kepada kedua orang tua. Dalam Islam, kedudukan berbakti kepada orang tua sangatlah tinggi. Bahkan, perintah untuk berbakti sering kali disandingkan langsung setelah perintah untuk bertauhid kepada Allah Ta’ala.

Mengapa kita harus mengutamakan adab ini? Berikut adalah alasan mengapa birrul walidain menjadi kunci keselamatan kita di dunia dan akhirat:

1. Perintah Langsung Setelah Tauhid

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan pentingnya berbakti kepada orang tua segera setelah perintah menyembah Allah semata. Ini menunjukkan bahwa ridha Allah sangat berkaitan erat dengan ridha orang tua.

2. Lebih Utama daripada Jihad fi Sabilillah

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dikisahkan seorang pria yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk ikut berjihad. Rasulullah bertanya, “Apakah orang tuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab, “Iya.” Nabi kemudian bersabda: “Kalau begitu, datangilah keduanya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka.”

3. Orang Tua Adalah Pintu Surga Terindah

Rasulullah SAW bersabda: “Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya, maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian.” (HR. Tirmidzi). Menjaga perasaan mereka dengan tidak meninggikan suara adalah cara kita menjaga pintu surga tersebut.

4. Wasilah untuk Mendapatkan Ridha Allah

Berbakti kepada orang tua adalah salah satu amal shalih paling ampuh untuk menarik pertolongan dan kasih sayang Allah. Tanpa doa dan restu mereka, langkah hidup kita mungkin akan terasa berat dan jauh dari keberkahan.

Menghindari Sikap Egois dalam Berkomunikasi

Fenomena yang sering terjadi saat ini adalah seorang anak merasa lebih pintar atau lebih tahu daripada orang tuanya. Hal ini sering memicu perdebatan di mana anak tanpa sadar meninggikan suara demi mempertahankan argumennya.

Padahal, meskipun kita merasa berada di pihak yang benar, Islam mengajarkan kita untuk mengklarifikasi dengan bijak tanpa harus menyakiti. Kesabaran dalam menghadapi lisan orang tua adalah kunci yang akan membukakan pintu-pintu kemudahan di masa depan.

Kesimpulan

Surga yang penuh kenikmatan, yang dialiri sungai-sungai indah dan beraroma kasturi, adalah dambaan setiap mukmin. Jalan menuju ke sana telah dibentangkan di hadapan kita melalui sosok ayah dan ibu.

Semoga kita termasuk golongan yang dianugerahi kesabaran untuk selalu memuliakan mereka, menjaga lisan kita tetap lembut, dan senantiasa mengharap ridha Allah melalui bakti kita. Aamiin.

More To Explore

Bersama Koinmu,
Darul Hisan Hadir untuk Ummat