Sadiman, Pejuang Lingkungan dari Wonogiri

Share This Post

Ketika isu pemanasan global belum menjadi perhatian banyak orang, beliau sudah melakukan aktivitas untuk mengurangi pemanasan global dengan menanami bukit gundul seluas 100 hektar seorang diri. Adalah Mbah Sadiman (72 th) seorang pejuang lingkungan yang hanya berharap  sabar dan ikhlas selama seperempat abad lebih ini dengan menanam berbagai jenis pohon dan tanaman untuk keselamatan dunia dan anak cucu.

Mbah Sadiman adalah seorang lelaki tua dari Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah yang telah menanam pohon pengikat air di hutan selama belasan tahun. Upaya Mbah Sadiman ini bertujuan untuk mengatasi kekeringan yang telah melanda Wonogiri selama berpuluh tahun, terutama saat musim kemarau. Mbah Sadiman menanam pohon di kawasan Bukit Gendol dan Bukit Ampyangan, dan hingga kini ia telah menanami sekitar 100 hektar lahan.

 Sadiman menanam pohon beringin karena prihatin dengan kondisi hutan yang gersang setelah kebakaran. Kebakaran tersebut membuat warga desa sulit mendapatkan air karena pasokan air dari hutan tidak banyak. Dampak dari kondisi tersebut, warga masyarakat merasakan kondisi yang sengsara, gizi anak memburuk dan banyak kematian karena minimnya sumber daya alaman yang bisa dimanfaatkan.

 Sadiman menanam pohon sendiri, tanpa ada yang menyuruhnya, dan usahanya bukan tanpa kendala. Bibit pohon beringin mahal, harganya sekitar Rp50 ribu, dan tidak semuanya bisa hidup. Warga sekitar bahkan sempat menyebutnya gila.

Kini, warga Dusun Dali merasakan manfaat dari perjuangan Mbah Sadiman. Petani tidak lagi kesulitan air, dan desa tidak mengalami kekeringan saat musim kemarau. Mbah Sadiman juga telah menerima beberapa penghargaan, di antaranya Kick Andy Heroes Award 2016 dan Solo Award dalam kategori Lingkungan Hidup Tahun 2015. Tak kalah pula penghargaan Kalpataru pada tahun 2016 dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Pahala Jariah dan Berbuah Surga

Apa yang dilakukan oleh Mbah Sadiman saat ini telah dinikmati oleh banyak pihak, ribuan masyarakat berbagai Desa sekitar tentu turut mendulang manisnya. Dan ini luar biasa, karena hanya menanam pohon saja kita juga akan mendapatkan ganjaran bukan hanya di dunia melainkan juga di akherat. Dari Anas bin Malik ra (ia berkata): Rasulullah SAW bersabda: “Tak seorang pun muslim yang menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu (setelah ia tumbuh) dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lainnya, kecuali akan menjadi sedekah baginya” (HR. Bukhari).”.

Menanam pohon juga dapat menjadi pahala jariyah karena pohon dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan. Pohon dapat menyediakan buah-buahan segar dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin. Pohon juga dapat menyerap polutan dan karbondioksida, sehingga udara menjadi bersih. Selain itu, pohon dapat menjadi tempat berteduh bagi manusia dan hewan, baik di kala terik panas maupun hujan. Perlu dicermati bahwa balasan surga maupun neraka di akhirat kelak selalu berkaitan dengan amal perbuatan manusia. Dan apa yang telah dilakukan Mbah Sadiman tentu sebuah amal kebaikan yang luar biasa. Dengan ini Allah SWT telah menjaminnya dengan ganjaran surga. Dalam Al-Qur’an, secara tegas disebutkan dalam Surah An-Nisa (4:124) bahwa baik laki-laki maupun perempuan yang mengerjakan amal-amal saleh dan beriman akan masuk surga tanpa dianiaya sedikit pun.”Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS. An-Nisa [4]: 124).

More To Explore

awal ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1446 H

Berikut Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H / 2025 M untuk wilayah Semarang dan sekitarnya Anda dapat mendownload jadwal ini secara gratis dalam bentuk PDF disini

Bersama Koinmu,
Darul Hisan Hadir untuk Ummat