Tidak Syirik Tapi Malas Sholat, Apakah Bisa Masuk Neraka?

Share This Post

Sholat merupakan salah satu kewajiban utama bagi seorang Muslim. Namun, dalam kehidupan sehari-hari masih ada orang yang mengaku beriman dan tidak melakukan kesyirikan, tetapi sering meninggalkan sholat atau mengerjakannya secara bolong-bolong.

Lantas, apakah seseorang yang tidak syirik tetapi malas sholat tetap terancam masuk neraka?

Pertanyaan semacam ini penting untuk direnungkan karena terkadang seseorang merasa aman hanya karena tidak melakukan dosa syirik. Padahal, meninggalkan kewajiban agama juga merupakan perkara yang sangat serius.

Iblis Tidak Selalu Mengajak Manusia kepada Dosa Besar

Iblis berusaha menyesatkan manusia dengan berbagai cara. Salah satunya adalah membuat manusia meremehkan dosa dan meninggalkan kewajiban sedikit demi sedikit.

Dalam materi Curhat Ustadz tersebut dijelaskan bahwa tujuan iblis bukan hanya membuat manusia melakukan dosa besar. Iblis juga berusaha membuat manusia meninggalkan kewajiban agama sampai akhirnya semakin jauh dari Allah.

Karena itu, jangan sampai seseorang merasa bahwa dirinya baik-baik saja hanya karena tidak melakukan maksiat tertentu, sementara kewajiban seperti sholat justru sering ditinggalkan.

Jangan Meremehkan Sholat yang Bolong-Bolong

Ada orang yang masih mengerjakan sholat, tetapi hanya ketika sedang ingin atau ketika merasa sempat. Sholat Subuh kadang ditinggalkan, Maghrib dikerjakan, kemudian beberapa waktu berikutnya kembali tidak sholat.

Kebiasaan seperti ini tidak boleh dianggap sebagai perkara ringan.

Sholat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Karena itu, seorang Muslim seharusnya berusaha menjaga sholat lima waktu dan tidak membiarkan rasa malas menguasai dirinya.

Jangan sampai muncul pikiran:

“Saya tidak syirik, jadi masih aman.”

Pemikiran seperti ini justru dapat membuat seseorang terlena dan terus menunda perbaikan diri.

Bahaya Merasa Diri Sudah Aman

Salah satu bahaya terbesar dalam beragama adalah merasa sudah aman dari azab Allah.

Seseorang bisa saja tidak melakukan satu dosa besar, tetapi kemudian meremehkan dosa lain. Bahkan, ia bisa merasa lebih baik daripada orang lain karena menganggap dirinya tidak melakukan kesalahan tertentu.

Padahal, manusia tidak mengetahui bagaimana akhir kehidupannya.

Allah mengingatkan dalam QS. Al-A’raf ayat 176 tentang orang yang mengikuti hawa nafsunya setelah diberikan petunjuk. Ayat tersebut menjadi pelajaran agar manusia tidak mengikuti keinginan yang menjauhkannya dari kebenaran.

Jangan Sampai Ibadah Dikalahkan Rasa Malas

Rasa malas merupakan salah satu penghalang seseorang dalam beribadah.

Ketika waktu sholat tiba, sebenarnya seseorang mengetahui bahwa ia harus mengerjakannya. Namun, muncul berbagai alasan:

  • masih ingin tidur,
  • sedang sibuk,
  • nanti saja,
  • belum selesai menonton,
  • sedang bermain,
  • merasa lelah,
  • atau menganggap waktu sholat masih panjang.

Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, rasa malas dapat menjadi semakin kuat.

Karena itu, salah satu cara melawannya adalah segera melaksanakan sholat ketika waktunya tiba. Jangan terlalu banyak memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menunda.

Meninggalkan Sholat Bukan Perkara yang Bisa Diremehkan

Dalam hadis yang dikutip pada materi tersebut, Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras mengenai meninggalkan sholat.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat. (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan betapa seriusnya perkara sholat dalam Islam.

Oleh sebab itu, seorang Muslim hendaknya tidak bermain-main dengan sholat. Jika selama ini masih sering meninggalkan sholat, maka jangan menunggu sampai merasa siap untuk berubah.

Segera Kembali kepada Allah

Jika selama ini sholat masih sering bolong, jangan justru merasa putus asa.

Mulailah memperbaikinya dari sekarang.

Jika sebelumnya sering meninggalkan Subuh, berusahalah menjaga Subuh. Jika sering menunda sholat, mulai biasakan mengerjakannya di awal waktu. Jika selama ini ibadah terasa berat, mintalah pertolongan kepada Allah agar diberikan kekuatan dan keistiqamahan.

Yang terpenting adalah jangan berhenti berusaha memperbaiki diri.

Kesimpulan

Tidak melakukan syirik bukan alasan untuk meremehkan kewajiban lainnya. Malas sholat dan meninggalkan sholat merupakan perkara yang sangat serius dalam Islam.

Sholat bukan sekadar rutinitas, tetapi kewajiban seorang Muslim kepada Allah. Karena itu, mari menjaga sholat lima waktu dan tidak membiarkan rasa malas menjauhkan kita dari ibadah.

Jangan tunggu menjadi orang baik untuk mulai rajin sholat. Mulailah sholat dengan baik, dan teruslah berusaha menjadi lebih baik.

More To Explore

Bersama Koinmu,
Darul Hisan Hadir untuk Ummat